Hai! Aku Caca, aku mau cerita. Kisahku dan kisah orang sekelilingku. Berharap hanya aku saja yang akan membaca, namun tidak menolak pula jika ada yang ingin singgah membaca cerita. Entah mau mulai dari mana, aku akan menulis sesuai pola yang belum sempat kususun sedemikian rupa.
Tanpa perlu kuceritakan sejarah dan asal usulku, tanpa perlu kujelaskan satu per satu detail alur kisahku. Aku seorang yang sudah terbiasa bermimpi walaupun seringkali tidak menyadari bahwa ku sedang bermimpi. Alur hidupku lebih seing mengalir begitu saja. Mengikuti kata hati, nurani, dan naluri. Kali ini kembali akan kuceritakan tentang dia. Ya, dia yang kuceritakan sebelumnya.
3 tahun bersamanya aku merasa setiap hari aku mencintainya. Namun, semakin hari pula aku merasa mental health ku terganggu. Kumerasa kecanduan dan ketergantungan. Aku merasa kurang jika tidak ada kabar darinya setengah hari saja. Aku jadi sering mengganggunya, menelponnya berulang-ulang kali dan mengirimkan banyak pesan. Dengan sikapku itu tentu dia jadi risih, namun tindakanku tidak juga bisa kuobati.
Aku mencintainya, tapi yang kulakukan malah membuatnya membenciku dan kemudian meninggalkanku. Mentalku benar-benar sedang crisis. Dia benar, aku butuh psikolog. Atau bisa juga aku meditasi saja.
Untuk pembaca, pesan dariku untukku dan untuk kita. Jangan berlebihan, yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan. Mari berjuang untuk keseimbangan hidup dan kebugaran jiwa. Caca pasti bisa. semangaaat!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar